Kenali Tahap Menulis Anak, Cara Menstimulasi dan Manfaatnya

“Kok, anak saya umurnya empat tahun belum bisa menulis namanya sendiri ya?”

Pernah tidak Bunda mendengar teman mengeluhkan tentang kemampuan menulis anaknya? Atau barangkali anak Bunda sendiri belum bisa menulis namanya sendiri di usia tersebut? Bunda, anak-anak di usia seperti itu masih dalam masa tumbuh kembang. Dan setiap anak akan tumbuh dan berkembang dengan kecepatan masing-masing. Beberapa anak mungkin menguasai keterampilan menulis lebih cepat atau lebih lambat. Bunda jangan khawatir, mereka masih bisa berkembang dengan lebih baik lagi. Tentu saja pemberian stimulasi yang tepat akan membantu mereka untuk dapat  berkembang dengan lebih cepat dan lebih baik.

Tahap Menulis Anak

“Iiih, anakku sulit banget diajari nulis huruf. Kalo pegang pensil ia cuma membuat bentuk yang tidak jelas.”

Hmm, membuat coretan merupakan tahap anak belajar menulis lo, Bunda. Kamampuan inilah kelak yang akan menujang kemampuan anak menulis huruf, kata dan kalimat. Nah, supaya lebih jelas cermati penjelasan tentang tahap-tahap menulis pada anak di bawah ini. Perkiraan umur yang tertera tidak mutlak. Itu diambil dari rata-rata kebanyakan anak. Artinya, anak bisa di tahap tertentu pada umur lebih muda atau bahkan lebih tua dari itu.

Tahap 1: mencoret atau membuat goresan (random scribbling) usia 15 bulan-2,5 tahun

Tahap perkembangan kemampuan menulis anak pertama-tama muncul ketika anak mulai suka mencoret-coret, baik di kertas, di lantai, di dinding atau apa saja yang dianggapnya dapat ditulis. Coretan yang dihasilkan dari gerakan besar dari bahu. Crayon atau pensil warna di pegang di kepalan tangan anak.

Tahap 2: coretan yang terkendali (controlled scribbling) usia  2-3 tahun

Anak-anak mulai dapat mengontrol otot di tangan dan jari mereka, biasanya terjadi transisi cara memegang krayon atau pensil warna di antara ibu jari dan jari telunjuk. Pada tahap menulis ini anak bisa membuat tanda berulang, seperti lingkaran terbuka, garis diagonal, lengkung, horizontal, atau vertikal.

Tahap 3: garis dan pola (lines and patterns) usia 2,5-3,5 tahun

Pada tahap ini anak mulai memahami bahwa menulis terdiri dari garis, kurva, dan pola yang berulang. Anak mulai menyadari bahwa gambarnya mengandung makna. Mungkin, pada tahap ini anak mulai menulis sesuatu dan menceritakan makna dibalik tulisan yang mereka buat kepada Bunda. Ini merupakan langkah penting menuju membaca dan menulis.

Tahp 4 : gambar benda atau orang (pictures of objects or people) usia 3-5 tahun

Pada awalnya anak-anak menggambar sesuatu yang tidak mereka rencanakan. Baru kemudian mereka menamai gambar tersebut, mungkin dengan nama orang, hewan, atau benda yang mereka kenal. Seiring waktu, anak dapat berkembang dengan cepat. Mereka akan merencanakan terlebih dahulu apa yang akan mereka gambar. Pada tahap ini anak lebih detail dalam menggambar. Biasanya gambar pertama yang dibuat anak berbentuk lingkaran yang belum sempurna. Nah, ketika anak mulai menggambar dengan sengaja, mereka telah menguasai pemikiran simbolis. Mereka memahami bahwa sesuatu yang mereka gambar itu merupakan simbol dari sesuatu yang lain, seperti rumah, orang atau pohon. Mereka sudah dapat memahami perbedaan antara gambar dan tulisan.

Tahap 5 : latihan huruf dan kata (letter and word practice) usia 3-5 tahun

Anak-anak mulai menulis huruf pada tahap ini. Menulis nama sendiri merupakan pengalaman yang pertama-tama mereka eksplor. Mereka juga mulai menulis huruf-huruf yang telah mereka kenal, meskipun mungkin belum begitu benar penulisan hurufnya (mungkin penulisan terbalik atau kurang sempurna). Mereka menulis huruf secara acak dan belum bisa terbaca. Ini bukanlah masalah, yang terpenting kini mereka mulai memahami bahwa beberapa huruf yang tersusun bisa menjadi sebuah kata yang memiliki makna.

Menstimulasi Keterampilan Menulis Anak

Sudah sampai di mana tahap menulis anaknya Bunda? Tentu saja keterampilan menulis anak Bunda akan lebih cepat berkembang jika mendapat stimulasi yang baik dari lingkungannya. Orang tua dan guru taman kanak-kanak memegang peranan yang sangat strategis dalam memberikan pijakan untuk perkembangan keterampilan menulis anak.

Berikut saya akan menjabarkan beberapa stimulasi yang bisa dipraktikkan oleh para guru TK dan orang tua.

Perkaya dengan Kegiatan Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak

Yup! Menulis sangat berkaitan dengan kemampuan motorik halus. Meskipun juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan lain seperti kemampuan kognitif dan sosial emosional anak. Semakin baik kemampuan motorik halus anak, semakin baik pula mereka bisa mengontrol gerakan tangan dalam mengontrol krayon atau pensil yang digunakan untuk menulis. Nah, beberapa kegiatan pengembangan kemampuan motorik halus anak antara lain: melepas dan memasang kancing baju, menggunting, mencocok, melipat, menjiplak, menjumput, meronce, atau bermain playdoh.

Biarkan anak berekplorasi dengan alat tulis yang beragam

Mencoba menulis dengan bahan dan alat tulis yang beragam memberi pengalaman yang menarik untuk anak. Ketika anak bosan menggunakan krayon,  mungkin menggunakan pensil warna akan menumbuhkan kembali minatnya untuk menulis lagi. Selain itu ragam bahan dan alat tulis memberikan pengalaman mengenai tekstur misalnya pensil warna lebih keras daripada krayon, cat warna memiliki bau yang khas, kuas lebih kecil daripada krayon.  

Beraktivitas dengan tulisan

Guru atau orang tua bisa menghubungkan berbagai aktivitas dengan tulisan. Misalkan saja saat bermain peran bersama anak, kita bisa menuliskan “apotek” untuk tempat mengambil obat ketika bermain peran dokter-dokteran. Atau ajak anak menuliskan menu yang ingin mereka pesan ketika bermain peran restoran.

Sediakan label dan ajak anak menuliskan nama benda, kemudian menempelkan label pada benda tersebut. Atau ajak anak membuat buku cerita sederhana dan membacanya bersama. Kita juga bisa melakukan permainan menghubungakan kartu gambar dengan kartu kata atau permainan lainnya yang berhubungan dengan tulisan.

Beri Apresiasi

Hargai setiap usaha anak dalam menulis. Lihatlah anak  berproses, jangan hanya melihat hasilnya. Anak-anak akan belajar lebih jika kita tidak hanya focus pada gambar apa yang kamu buat atau huruf apa yang kamu tulis. Sebagai guru atau orang tua, lebih baik kita melihat lebih dalam lagi. Kira-kira apa yang anak pikirkan tentang gambarnya. Mengapresiasi setiap langkah kecil dari usaha anak akan sangat berdampak besar untuk terus memupuk minat, menumbukan rasa percaya diri anak dan mengembangkan kreativitasnya.  Apresiasi bisa berupa kata-kata Wah, gambar yang kamu buat sungguh menarik. Bagus sekali, kamu bisa membuat banyak garis di buku ini. Keren, warna-warna yang kamu gunakan sangat serasi. Gambar yang sangat menarik, maukah kamu menceritakannya? Selain itu, kita juga bisa memajang hasil karya anak di kelas atau di ruang keluarga.   

Sediakan Buku-Buku yang Menarik dan Mudah Dijangkau Anak

Sediakan buku-buku yang bergambar warna-warni sehingga menarik anak. Dengan begitu anak akan terbiasa melihat gambar dan tulisan. Anak akan memahami bahwa gambar tersebut memuat cerita dan huruf-huruf yang tersusun memiliki makna. Lama kelamaan anak akan tertarik untuk mengenal huruf dan meniru menuliskannya.

Membacakan Cerita dengan Nyaring (Read Aloud)

Membacakan cerita ke anak dengan suara nyaring memiliki banyak manfaat. Salah satunya menumbuhkan minat baca anak. Anak juga akan memahami hubungan antara gambar dan tulisan. Bahwa tulisan itu memiliki makna. Dengan meningkatnya minat baca anak, maka besar kemungkinan ia juga akan tertarik untuk menuliskan ceritanya sendiri.

Manfaat Belajar Menulis bagi Anak

Bunda, ternyata banyak cara menyenangkan untuk menstimulasi kemampuan menulis anak ya? Bunda tentu akan lebih bersemangant memberi stimulasi yang terbaik jika mengetahui manfaat belajar menulis bagi anak. Memang, era digitalisasi mengakibatkan anak terlebih dahulu mengenal gadget daripada pensil. Anak mungkin lebih dahulu bisa mengetik sebelum ia bisa menulis. Namun, menulis secara manual tetap memiliki keunggulan dan memberi manfaat yang besar pada anak. Nah, beberapa manfaat menulis pada anak akan saya paparkan di bawah.

unplash

Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Saat melakukan gerakan untuk menulis, ini membutuhkan koordinasi antara mata dengan tangan. Semakin sering anak menulis, koordinasi mata dan tangannya akan semakin terlatih. Hal ini akan berdampak pada kemampuan motorik halus lainnya yang juga akan meningkat.

Sarana Mengekpresikan Perasaannya

Kadang anak-anak mengalami tekanan yang tidak bisa ia ceritakan. Nah, saat menulis anak bisa mengeluarkan perasaannya. Misalnya saat anak sedang bahagia, ia menggambar dengan warna-warna yang cerah. Atau saat ia sedang marah, ia akan memegang pensil dengan kuat dan membuat coretan yang tidak beraturan. Perasaan anak akan lebih lega setelah ia menulis.

Mengasah kreativitas anak

Saat belajar menulis anak biasa berekplor dengan berbagai warna krayon yang ia pakai. Kadang ia juga menggambar sesuatu  dan menceritakannya. Semakin meningkat keterampilan anak, ia akan menulis cerita dengan beberapa kata. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat membuat otak anak bekerja dan mengasah kreativitasnya.

Meningkatkan kepercayaan diri anak

Anak yang belum bisa menulis pada usia tertentu, apalagi ketika sudah masuk sekolah dasar kerap dilabeli sebagai “anak bodoh”.  Ia akan kesulitan mengerjakan tugas-tugas sekolah yang sebagian besar berhubungan dengan keterampilan menulis. Hal ini tentu saja tidak baik untuk perkembangan psikologisnya, anak akan minder dan tidak percaya diri. Sebaliknya, anak yang sudah bisa menguasai keterampilan menulis, ia akan lebih mudah mengerjakan tugas-tugas dari sekolah dan lebih percaya diri.

Meningkatkan Fokus

Menulis membantu anak-anak untuk meningkatkan konsentrasi. Ketika menulis ada bagian otak tertentu yang berfungsi menyaring informasi. Di mana informasi yang tidak relevan akan diblokir dan membantu meningkatkan fokus.

Begitu besar ya, manfaat menulis untuk anak. Jadi, yuk, Bunda kita berikan stimulasi yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan menulis ananda.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. 19 November 2021

    […] Baca juga: Kenali Tahap Menulis Anak, Cara Menstimulasi dan Manfaatnya […]

  2. 21 Februari 2022

    […] Baca juga: Kenali Tahap Menulis Anak, Cara Menstimulasi dan Manfaatnya […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *