Mencetak Generasi Pembaca Sepanjang Hayat dengan Metode Read Aloud

“You don’t have to burn books to destroy a culture.

Just get peopleto stop reading them.”

(Ray Bradbury)

Seperti kutipan dari Ray Bradbury ini bahwa kita tidak harus membakar buku untuk menghancurkan sebuah peradaban. Cukup membuat orang berhenti membaca. Hemm, begitu besar ya Bun, pengaruh membaca bagi kelangsungan peradaban manusia.

Sebagai madrasah pertama dan utama bagi buah hati tentu tak ingin kan, generasi ananda menjadi generasi yang jauh dari buku. Generasi penghancur peradaban. Bunda tentu akan mencari cara agar si buah hati jatuh cinta pada buku. Bagaimana caranya? Mungkin metode read aloud di bawah ini bisa dicoba. Simak penjelasannya ya.

Apa itu Read Aloud?

Read Aloud? Emh, apakah Bunda pernah mendengar istilah ini? Jika diartikan  kedalam bahasa Indonesia read aloud berarti membaca dengan nyaring. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca artinya melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, atau diartikan juga mengeja, melafalkan apa yang ditulis. Sedangkan nyaring dalam KBBI diartikan keras, tinggi, terang, dan lantang. Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa membaca nyaring adalah cara membaca tulisan dengan suara yang keras, tinggi, atau lantang.

Read aloud ini merupakan metode yang dikenalkan oleh Jim Trelese. Metode yang diyakini mampu menanamkan minat baca keanak hingga menjadi seorang pembaca sepanjang hayat.  Bukan hanya sekedar pembaca di bangku sekolah. 

Pengalaman awal anak belajar membaca akan sangat mempengaruhi bagaimana interaksi anak dengan buku selanjutnya.  Jika pada awal belajar membaca anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, misalkan dibentak guru atau orang tua. Tentu anak akan mengasosiasikan buku dengan sesuatu yang tidak nyaman. Trus,  bagaimana mungkin ia akan berinteraksi langgeng dengan buku di masa depan jika perasaan tidak nyaman itu terus ada? Hal itu hanya akan menciptakan pembaca dijam sekolah, alih-alih pembaca seumur hidup.

Metode read aloud mengajak kita untuk memberikan pengalaman menyenangkan diawal anak belajar membaca. Sesuatu yang nyaman tentu akan membuat anak ketagihan terus dan terus.  Hingga tumbuh kecintaan anak terhadap buku. 

Kapan kita mulai membacakan buku untuk anak?

Setelah kita memahami apa itu read aloud. Pertanyaan berikutnya adalah kapan sebaiknya kita memulai membacakan buku ke anak secara nyaring? 

Banyak penelitian menyebutkan bahwa sejak dalam kandungan otak anak sudah berkembang. Bahkan organ anak seperti telinga sudah dapat berfungsi. Telinga bayi dalam kandungan sudah dapat mendengar suara dari luar tubuh ibunya pada trisemester ketiga. Lalu mengapa kita tidak memulai sejak saat itu untuk membacakan buku ke anak? Bayangkan bagaimana perkembangan otak anak jika setiap hari ia mendapatkan stimulasi seperti itu.

Anthony DeCasper, seorang psikolog dari University of North Carolina meneliti efek membaca untuk anak-anak di dalam rahim. Ia dan rekannya meneliti kemungkinan bayi dapat mengenali sesuatu yang mereka dengar sebelum lahir.

Dalam penelitiannya DeCasper meminta tiga puluh tiga wanita hamil untuk membacakan paragraf tertentu dari buku cerita anak. Cerita ini dibacakan tiga kali sehari selama enam minggu terakhir kehamilan.

Lima puluh dua jam setelah lahir, bayi yang baru lahir diberi puting susu buatan dan earphone yang melaluinya mereka dapat mendengar seorang wanita (bukan ibunya) membacakan ketiga paragraf tersebut.

Dengan mengukur tingkat mengisap setiap anak, para peneliti menyimpulkan bahwa bayi lebih menyukai bagian yang dibacakan ibu mereka selama trimester ketiga. Nah, terbukti bukan bahwa anak sudah dapat mengenali suara sejak masih dalam kandungan. Suara yang familiar (suara ibu yang membacakan cerita) membuat anak merasa lebih nyaman. Kenyamanan menciptakan suasana siap belajar bagi anak. Ia siap menerima berbagai stimulasi dari lingkungannya.

Waktu yang Pas Untuk Membacakan Buku

Setelah mengetahui bahwa read aloud bisa dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, mungkin Bunda memutuskan untuk memulai read aloud sedini mungkin ke anak. Kemudian muncul pertanyaan, kapan ya, waktu yang pas untuk membacakan cerita ke anak? Pagi, siang, sore, atau malam hari sebelum tidur?

Memang, menjelang tidur adalah waktu paling populer untuk membacakan buku ke anak. Namun, tidak mutlak harus di waktu itu lo, Bun. Prinsipnya, read aloud bisa dilakukan kapan saja. Saat bunda dan anak siap dan suka. Nah, itulah waktu yang tepat untuk membacakan buku ke anak.

Yang perlu di garis bawahi bahwa read aloud ini harus dilaksanakan secara kontinu. Usahakan dilakukan rutin setiap hari, selama 10-15 menit. 

Baca juga: Kenali Tahap Menulis Anak, Cara Menstimulasi dan Manfaatnya

Pilih Buku yang Sesuai untuk Anak

Ketika membacakan cerita untuk anak, pilihlah buku yang  sesuai dengan tahap perkembangan anak. Hal ini penting dilakukan karena akan mempengaruhi ketertarikan anak terhadap buku dan juga mengoptimalkan akan informasi yang dapat diserap anak.

Pada tahun pertama anak, pilihlah buku yang menstimulasi penglihatan dan pendengarannya. Gambar-gambar penuh warna dan bunyi-bunyi menyenangkan yang dengan mudah menarik perhatian anak. 

Perhatikan juga bahan untuk membuat buku. Untuk anak usia kurang dari satu tahun sebaiknya memilih buku yang tidak mudah robek bila di masukkan ke mulut. Buku bantal (softbook) misalnya. Mengingat pada usia ini anak dalam masa oral, dimana ia akan sangat senang memasukkan apapun ke mulutnya untuk diekplorasi.

Diusia balita anak membutuhkan buku-buku bergambar. Mulailah dari buku-buku dengan gambar yang dominan, kemudian meningkat ke buku bergambar dengan teks sedikit, dan lama kelamaan ke buku yang semakin banyak teksnya.

Pada usia sekolah bisa diperkenalkan buku atau novel berbab dari yang tipis hingga ke tebal. Namun, pada usia ini anak-anak masih menyukai buku bergambar. Ini tidak masalah. Biarkan anak mengubah pilihan bahan bacaan sesuai keinginannya. Seiring perkembangan anak, selera bacaan anak pun akan meningkat.

kemdikbud

Pertanyaannya yang muncul dibenak saya adalah, bisakah anak dibacakan buku (dengan buku) satu tingkat di atas tahap membacanya?

Kebetulan beberapa waktu lalu saya mengikuti kulwap “Melejitkan Kecerdasaan Anak dengan membacakan Buku”. Dikesempatan itu tentu pertanyaan itu langsung saya lontarkan ke narasumber, yakni bu Novikasari Eka Suryawati. Beliau adalah editor alih bahasa buku “The read Aloud Handbook”.  Beliau juga telah mengikuti wokshop Training of Trainer (ToT) Read Aloud Reading Bugs oleh bu Rosie Setiawan.

Menurut Novikasari, bisa banget anak dibacakan buku (dengan buku) diatas tahap membacanya. Menurut beliau, anak-anak yang sudah dibiasakan dibacakan buku sejak dini, akan belajar lebih dini untuk memperlakukan buku dengan baik. Jadi bisa juga anak usia 2 tahun diberi picturebook yang bukan boardbook misalnya.

Tahapan Metode Read Aloud

Supaya anak   memperoleh manfaat yang optimal dari aktivitas read aloud. Ada baiknya Bunda memperhatikan tahap-tahap dalam melakukan read aloud. Simak pembahasannya berikut ini ya.

Pertama tahap sebelum read aloud.

Pada tahap ini sebelum kita membacakan buku untuk anak, ada baiknya kita sudah membaca dulu isi buku tersebut.Tujuannya agar kita bisa menilai apakah buku itu sesuai untuk anak atau tidak. Kita juga bisa menguasai ceritanya sehingga saat membacakan buku kita bisa membawakannya dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.

Pada tahap ini, Bunda juga bisa mempersiapkan pertanyaan sebagai bahan diskusi setelah selesai membacakan cerita. Bunda juga bisa memprediksi atau menghubungkan isi cerita dengan hal-hal tertentu, atau bagaimana mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari anak.

Selanjutnya, ajak anak mengamati cover buku. Berbincanglah tentang ilustrasi yang ada di buku. Ada gambar apa saja di sana? Dan kira-kira tentang apa isi buku tersebut? Setelah itu bacakan judul bukunya, sebutkan siapa penulis dan ilustratornya. Hal ini penting, untuk membangun kesadaran bahwa tulisan dan gambar di  buku itu dibuat oleh manusia bukan mesin tik, laptop, atau robot.

Baca juga: Bagaimana Cara Memegang Pensil yang Paling Efisien? Yuk, Kenali Tahapan Memegang Pensil pada Anak

Kedua, tahap Membaca.

Bacalah dengan nyaring dan jelas. Patokan nyaring di sini adalah suara dapat didengar anak dengan jelas (tidak terlalu pelan atau terlalu keras). Bacalah secara perlahan (tidak terlalu cepat) dan gunakan intonasi yang tepat. Gunakan juga ekspresi yang sesuai untuk cerita yang dibawakan. Pembacaan yang perlahan membantu anak untuk dapat menikmati cerita dengan begitu mengalir. Hal tersebut juga memberikan kesempatan kepadanya untuk memahami isi cerita dan mengembangkan imajinasinya.

Ketiga, tahap setelah read aloud.

Pada tahap ini Bunda bisa meminta anak untuk menceritakan kembali isi bukunya. Atau minta anak mengajukan pertanyaan terkait isi cerita. Bunda juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak tentang isi buku yang dibacakan. Dan agar anak mudah mendapatkan bukunya, letakkan buku bacaan di tempat yang mudah dijangkau anak.

Demikianlah tahapan read aloud. Cukup simpel kan? 🙂

Berikutnya, pada uraian di bawah saya akan membahas tentang manfaat read aloud. Jangan sampai terlewat. Baca sampai tuntas ya.

Manfaat Read Aloud

Memulai membacakan nyaring sejak dini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan literasi anak. Apa saja ya, manfaatnya?

Berikut saya kutip beberapa manfaat read aloud yang dipaparkan jim Trelese dalam bukunya.

Memperkaya kosakata anak

Saat membacakan buku ke anak, otomatis anak akan mendengarkan kosakata yang kita bacakan. Mungkin saat ini anak belum paham apa arti kosa kata tersebut. Tapi ini bukanlah masalah. Teruslah membaca untuk anak.

Aset kosakata yang dimiliki anak ini sangat penting. Karena kosakata inilah yang  akan menjadi pondasinya untuk naik pada tahap keterampilan bahasa lainnya. Yakni keterampilan berbicara, membaca, dan menulis.

Mengkondisikan otak anak untuk menghubungkan membaca dengan kesenangan

Ketika sedang membacakan cerita untuk anak akan terjadi ‘skin to skin contact’ antara orang tua dan anak. Kita biasanya membacakan buku sambil memangku anak,  atau duduk bersebelahan. Hal ini akan menciptakan suasana aman dan nyaman pada perasaan anak. Dengan begitu anak akan mengasosiasikan kegiatan membaca dengan rasa nyaman atau kesenangan. 

Membangun latar belakang untuk pengetahuan

Otak anak berkembang sangat pesat. Sambungan dendrit pada otak anak akan semakin banyak dan saling terhubung ketika mendapat banyak stimulasi. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan adalah dengan membacakannya buku. Apalagi jika dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun.

Riset di Amerika menyebutkan, “Keberhasilan akademis anak di masa depan, sangat dipengaruhi dari seberapa banyak kosa kata yang ia dengar sebelum usia 2 tahun.”

Jika sebelum usia 2 tahun anak sudah mengetahui banyak kosakata, maka ia akan lebih mudah belajar, dan lebih siap untuk bersekolah. 

Memberikan contoh model membaca

Orangtua yang membacakan buku kepada anak menjadi contoh membaca bagi anaknya (reading role model). Dengan melihat dan mendengar bagaimana orang tuanya membacakan buku cerita, anak akan mengetahui bagaimana huruf-huruf dibunyikan, bagaimana intonasi ketika membaca, dan ekspresi ketika membaca.

Menanamkan minat membaca ke anak

Rasa senang membaca yang sudah tertanam di benak anak akan menjadikannya jatuh cinta pada buku. Keteladanan gemar membaca yang Bunda tunjukkan ke anak setiap hari juga semakin menguatkan rasa cintanya itu.  So, kini ia sudah siap menjadi seorang pembaca sejati. Pembaca sepanjang hayat.

“Kalau kamu sudah menanamkan kecintaan membaca pada anak, dia akan menemukan jalannya sendiri untuk bisa membaca”

Rosie Setiawan

Selain manfaat di atas, beberapa manfaat read aloud yang saya rangkum dari kelas kulwap bersama bunda Novikasari beberapa waktu lalu antara lain:

  1. Membatu perkembangan otak lebih optimal
  2. Melatih rentang perhatian dan mengingat
  3. Merangsang imajinasi dan indra anak (seperti pendengaran, peglihatan dan perabaan)
  4. Mengembangkan rasa ingin tahu anak
  5. Melatih kemampuan mendengar dan berbicara
  6. Meningkatkan kemampuan anak dalam membaca
  7. Memperkenalkan konsep gambar atau ilustrasi
  8. Membangun kosakata anak dan mengenalkan bahasa buku
  9. Menjadikannya sumber informasi, imajinasi, dan hiburan
  10. Mempererat hubungan orang tua dengan anak

Nah, supaya bunda lebih mantap menerapkan metode read aloud ke ananda. Berikut saya cantumkan  testimoni dari bunda-bunda kelas kulwap “Melejitkan Kecerdasaan Anak dengan membacakan Buku” yang sudah merasakan manfaat read aloud setelah menerapkan ke anaknya. 

Hemm, setelah mengetahui begitu  besar manfaat read aloud jadi nggak sabar ya Bun, untuk segera mempraktikan read aloud ke anak setiap hari. 🙂

Mungkin Anda juga menyukai

36 Respon

  1. Jadi ingat, dulu waktu masih di KBIT-TKIT, Lubna selalu minta dibacakan buku sebelum tidur, Ust. 🙂

  2. yusriah berkata:

    masyaAllah.. saya salah satu yg merasakan manfaat read aloud sejak dr kandungan dan… masyaAllah memang luar biasa

  3. yusriah berkata:

    masyaAllah.. saya salah satu yg merasakan manfaat read aloud sejak dr kandungan dan… masyaAllah memang luar biasa sekali

  4. Juwita berkata:

    Ya bunda saya lagi berjuang bisa menerapkan ini bagi anak-anak saya. Mohon doanya

  5. Juwita berkata:

    Ya bunda saya lagi berjuang bisa menerapkan ini bagi anak-anak saya. Mohon doanya bisa Read A Loud dan jadi habbit

  6. yogayuliart berkata:

    Trims mbk informasinya tentang read a load, sy jg berusaha menerapkan ini ke anak,

  7. Rita berkata:

    Keren ya ternyata manfaat Read Aloud itu, dulu pas suka bacain ke anak2 nggak tahu bisa sebagus itu manfaatnya. Memang anak2 jadi kaya kosakatanya dan jadi suka membaca.

  8. Zaenab shodiq berkata:

    Makasih tipsnya baru saya tau

  9. IbunRayya berkata:

    Bermanfaat sekali Bun
    Saya masih tahap berjuang untuk konsisten dan terus ngajak bunda lain menerapkannya juga

    Alhamdulillah awal tahun juga pernah ikut TOT

  10. Aku setuju soal read aloud ini. Dulu waktu TK sama guru suka didongengin ternyata aku suka banget, malah jadi berimajinasi. Nambah wawasan baru deh tentang read aloud~

  11. saraah megha berkata:

    izin bintangin ya mbak, banyak ilmu baru untuk dibaca-baca lagi

  12. Monica Rasmona berkata:

    Ini yang sedang diusahakan agar bisa konsisten dilakukan. Kadang kalau sudah dibacain, anak-anak terus-terusan minta nambah buku sampai mamak capek. 🤭

    • Atik Setyowati berkata:

      Betul Bund. Pengalaman saya, mamak udah ngantuk berat anak masih pengen dibacain cerita. Tanpa sadar cerita di buku yang sudah diluar kepala mamak karena setiap hari dibaca, eh, ngelantur entah bibir mamak cerita apa. Kemudian anak protes, “nggak gitu ceritanya.” Auto mamaknya kembali ke alam sadar. Hehe 😀

  13. Fira berkata:

    MasyaAllah banyak sekali ya ternyata manfaat read aloud ini mbak, bisa buat belajar aku yang sebentar lagi mau jadi orang tua. Emang udah niat sih mau bacain anak buku sedini mungkin, eh ternyata ada metodenya juga. Makasih banyak mbak.

  14. Nitis Sahpeni berkata:

    Tips yang bisa membantu banyak Orang tua ini. Alhamdulillah

  15. Iin Fauziah berkata:

    Sangat sepakat dengan metode read aloud, sederhana namun efeknya luar biasa. Apalagi di era milenial saat ini, dimana gadget sangat melenakan ketimbang buku bacaan. Peran buku bacaan tersisihkan oleh kehadiran gadget. Dan itu juga jadi tantangan tersendiri bagi para ibu rumah tangga, termasuk saya, dalam membangun kecintaan terhadap buku bacaan pada anak-anak. Terima kasih ilmu dan informasinya mba Atik 😀, sangat bermanfaat ❤

  16. Sri Mulyani berkata:

    Dulu orang bilang mendongeng, apapun itu, sama saja, membacakan buku untuk anak usia dini intinya..👍

  17. Soraya Yusuf berkata:

    Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Memang membaca demikian besar pengaruhnya terhadap perkembangan kehidupan anak-anak, saya sendiri sudah menerapkan itu untuk anak pertama saya dan perkembangannya luar biasa terhadap kemampuan intelektual anak.

  18. Soraya Yusuf berkata:

    Memang membaca demikian besar pengaruhnya terhadap perkembangan kehidupan anak-anak ya Mba, saya sendiri sudah menerapkan itu untuk anak pertama saya dan perkembangannya luar biasa terhadap kemampuan intelektual anak.

  19. Sendy Yunika berkata:

    memang ya, mb.. metode read aloud ini ajaib banget. aku sudah mempraktekkan ke anak. dan dia selalu bermain dengan bukunya dan sibuk sendiri. semoga sudah tertenam cinta membaca sejak dini..

  20. Ishmah berkata:

    MasyaAlloh infonya lengkap sekali bun, saya jadi lebih paham pentingnya read aloud sejak dini nih. mudah-mudah bisa segera praktik nanti

  21. Sakif berkata:

    Waahh,. Read aloud bisa dimulai sejak hamil ternyata ya… Insya Allah praktik ah 😀

  22. Suka dulu sebelum bisa

  23. Ning! berkata:

    Dari usia 6 bulan anakku sudah kukenalkan dengan buku. Dan setiap hari kita juga ada waktu khusus untuk read aloud. Alhamdulillah, sekarang dia juga suka sekali dengan buku.

  24. Niken berkata:

    Isi tulisannya daging banget ya. Sekarang juga aku lagi berusaha untuk kembali membiasakan membacakan buku ke anak. Apalagi sekarang anak oertama sudah sekolah dan yang kedua supaya terhindar dr gadget ke depannya

  25. Niken berkata:

    Isi tulisannya daging banget ya. Masih pe er banget buat konsisten baca buku dg anak

  26. Oemy Ikbar berkata:

    Anak biasanya lihat orang tua, jadi keteladanan sangat penting dalam menerapkan budaya baca

  27. Dea berkata:

    Masyaa Allah sedang berusaha konsisten untuk membacakan nyaring nih mba, makasih banyak ilmunya

  1. 21 Februari 2022

    […] Baca juga: Mencetak Generasi Pembaca Sepanjang Hayat dengan Metode Read Aloud […]

  2. 1 September 2022

    […] Baca juga: Mencetak Generasi Pembaca Sepanjang Hayat dengan Metode Read Aloud […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *